Oleh: widodopwo | Juni 6, 2009

TKI DAN MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT PERUBAHAN STATUS SOSIAL EKONOMI YANG BARU

(Tinjauan Deskriptif Sosiologis tentang Struktur Sosial di Masyarakat Wonogiri)

I. PENDAHULUAN

Keterbatasan kesempatan kerja di Indonesia secara umum membuat beberapa kelompok sosial dan masyarakat terpinggirkan karena minimnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kelompoknya. Minimnya pendapatan pada gilirannya mengakibatkan kesempatan memperoleh peluang-pelung hidup seperti pendidikan menjadi terbatas yang pada akhirnya hanya menciptakan kelompok sosial (masyarakat) yang marginal,miskin dan bodoh.

Situasi seperti ini dalam perkembangan terakhir membuat anggota masyarakat berpikir untuk keluar dari masalah keterbatasan lapangan dan kesempatan kerja di lingkungannya dengan mengambil keputusan pergi ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia, baik dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan.

Keputusan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenga Kerja Wanita (TKW)di beberapa daerah khususnya di Kabupaten Wonogiri secara umum bertujuan untuk memperoleh peningkatan pendapatan guna memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarganya. Tetapi secara sosiologis kenaikan pendapatan ekonomi tersebut sadar ataupun tidak, langsung maupun tidak langsung juga mengakibatkan perubahan status sosial ekonomi beserta beberapa permasalahan baru akibat perubahan posisi yang lebih tinggi dalam struktur social di lingkungannya. .Hal ini menarik untuk dicermati menjadi kajian deskriptif tentang TKI (TKW) masuknya dalam lapisan lebih tinggi struktur sosial.

II. PEMBAHASAN

Struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok. Unsur-unsur pokok tersebut adalah pelapisan sosial (stratifikasi sosial), differensiasi sosial, kelompok sosial, status dan peran sosial, nilai dan norma sosial maupun kekuasaan dan wewenang. Pelapisan sosial dan differensiasi sosial menjadi kajian yang paling pokok dalam struktur soial karena keduanya yang menyebabkan ketidaksamaan sosial.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, menurut Max Weber (1920), struktur sosial identik dengan “life chance” (kesempatan untuk hidup). Posisi individu atau kelompok dalam kelas / struktur sosial identik dengan kesempatan yang dimiliki seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan barang-barang material, kondisi kehidupan yang positif dan pengalaman hidup yang diinginkan. Dengan kata lain posisi atas dalam sistem pelapisan sosial (stratifikasi sosial) akan semakin mempunyai peluang untuk mempertahankan diri bahkan mengakumulasi peluang-peluang untuk memiliki sumber-sumber untuk semakin menaikkan posisinya dalam kelas sosial.

Anggota ataupun kelompok sosial masyarakat di sebagian di Kabupaten Wonogiri (Kecamatan Purwantoro, Slogohimo dan Kismantoro ) yang tidak memiliki kesempatan kerja termotivasi untuk memperoleh pendapatan lebih dengan bekerja diluar Negeri. Untuk hal tersebut mereka terpaksa melakukan mobilitas sosial geografik dengan bekerja di luar negeri sebagai TKI dan TKW seperti Malaysia, Singapore, Taiwan, Arab Saudi, dan lainnya.

Seperti diketahui, salah satu faktor pendorong mobilitas sosial vertikal untuk dapat masuk ke dalam strata atau kelas yang lebih tinggi di dorong oleh antara lain karena status sosial dan struktur sosial.status sosial yang rendah akibat penguasaan materi yang relatif minim dibanding dengan ukuran yang dimiliki oleh anggota masyarakat lainnya menjadi faktor pendorong untuk menaikkan posisi strata sosialnya yang lebih tinggi dalam struktur sosial di lingkungannya. Status sosial ekonomi yang rendah karena minimnya pendapatan (miskin) memaksa anggota masyarakat di sebagian Kabupaten Wonogiri berusaha menambah pendapatan dengan bekerja di luar negeri. Naiknya pendapatan membuat kelompok ini masuk sebagai kelompok yang statusnya naik dalam struktur pelapisan sosial lingkungannya.

Pengakuan terhadap kelompok dengan status sosial baru ini ditunjukkan dengan simbol-simbol status seperti perbaikan rumah tempat tinggal, pemilikan materi kekayaan yang meningkat seperti sawah, rumah, sepeda motor, perabotan rumah tangga dan perubahan gaya hidup. Pengakuan ini menjadi ada karena lingkungan masyarakat Wonogiri menganut sistem pelapisan sosial yang terbuka (luwes), Struktur sosial yang luwes, menurut Soejatmoko (1980) memberi setiap individu diberi kesempatan menaikkan statusnya dalam struktur (pelapisan sosial) yang lebih tinggi. Salah satu ukuran untuk mempuyai posisi pada lapisan sosial adalah melalui ukuran kekayaan (pemilikan materi dan aktivitas pekerjaan) disamping ukuran kekuasaan, kehormatan maupun ilmu pengetahuan (Soerjono Soekanto).

Namun demikian perubahan posisi yang lebih tinggi ini juga mengakibatkan beberapa permasalahan baru yang melekat pada perubahan status tersebut seperti :

– perubahan pola dan gaya hidup

– anggota keluarga yang kurang terurus karena jarak interaksi orang tua yang jauh (long distance)

– timbulnya penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan putusnya hubungan suami-istri seperti kawin cerai

– tidak mampu memanfaatkan kelebihan pendapatan menjadi investasi masa depat

– gaya hidup konsumtif

– gaya hidup hedonis.

III. PENUTUP

Dari tinjauan deskriptif sosiologis di atas dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu :

  1. Perubahan status sosial ekonomi kelompok masyarakat yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) dalam struktur sosial di lingkungannya disebabkan karena naiknya pendapatan (ukuran kekayaan).
  2. Pengakuan kenaikan status sosial ekonomi dalam struktur sosial bisa dilihat dari adanya pengakuan terhadap simbol-simbol status.
  3. Struktur sosial yang luwes (terbuka) menjadi faktor pendorong sebagai motivator anggota masyarakat untuk hidup dan masuk dalam lapisan struktur sosial yang lebih tinggi.
  4. Timbulnya permasalahan baru sebagai akibat perbuahan status sosial ekonomi yang lebih tinggi.

.

******************

REFERENSI:

  • Saptono dan Bambang Suteng S, Sosiologi Kelas XII,Penerbit Phibeta, Jakarta, 2007.
  • Puji Qomariyah, M.Si, Ringkas Sosiologi, Penerbit Pustaka PelajarYogyakarta, 2008.

Responses

  1. pela pikir anda telah memberikan inspirasi bagi orang-orang untuk berpikir namun, baiknya bukan hanya saja pada tataran TKI saja tapi jug pada masyarakat lain
    wassalam

    • trim,s atas saran anda. Mudah2an dengan terpilihnya pak SBY sbg pres perbaikan ekonomi masyarakat, terutama rakyat kalangan bawah akan lebih baik. Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: